Wednesday, 25 March 2015

PERBEDAAN CARA MENDIDIK ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN


‪#‎anak‬ adalah amanah Allah kpd orang tua
‪#‎mendidik‬ anak perlu ilmu, skill, keahlian & kemampuan, jgn mnganggap enteng
‪#‎seperti‬ halnya dokter yg menangani pasien dgn keahliannya, maka org tua jangan sampai melakukan "mal praktek" saat mendidik anak
#"Mal praktek" yg dilakukan olh org tua dlm mendidik anak bisa berakibat fatal
‪#‎diantara‬ "mal praktek" yg mungkin dilakukan org tua dlm mendidik anak adlh kesalahan mdidik anak laki2 atau perempuan
‪#‎kita‬ hrs bnyk belajar & berlindung kpd Allah, jgn sampai jd org tua yg melakukan "mal praktik" dlm mendidik anak2 kita
‪#‎dlm‬ mendidik anak, ibu dan ayah pny peranan yg sama penting
A. MENDIDIK ANAK LAKI-LAKI
‪#‎ayah‬ yg tdk berperan utk mendidik anak laki2, akan mnghasilkan anak laki2 yg kemayu, bahkan gay
‪#‎Ajo‬ Bendri mengisi pengajian kaum gay, stelah digali, hampir 100% alasan mrk jd gay krn mrk khilangan sosok ayah sjk kecil
‪#‎PENDIDIKAN‬ anak dlm islam yg sering kita dengar : "Ibu adalah madrasah utama dan pertama bagi anak", itu harus kita lengkapi dengan : "Ibu adalah madrasah utama dan pertama bagi anak dan Ayah adlh kepala sekolahnya"
‪#‎Rosul‬ saw tdk bertemu ayahnya sjk lahir, tetapi beliau dididik olh kakek & pamannya yg mjd sosok ayah yg berperan sgt kuat bagi Rosul
‪#‎Syarat‬ klrga sukses dlm al quran :
1. Suami istri yg sekufu --> istri dan suami sama2 baik (Ibrahim dgn Sarah & Hajar)
2. Punya keturunan anak2 yg baik & cucu2 yg baik (Ibrahim melahirkan keturunan para nabi)
*Note : Di dlm al quran Allah sampaikan contoh teladan keluarga adalah klrga Ibrahim & kluarga Imran --> ini mewakili 2 klrga : Ibrahim klrga nabi & Imran klrga biasa (jadi jgn alasan kita ngga bisa membentuk klrga shalih krn bukan klrga nabi),
Nabi Ibrahim mewakili klrg poligami & Imran mwakili klrga monogami, nabi ibrahim anaknya bnyak, Imran anaknya 1, ibrahim anaknya bnyakan laki2 & imran anaknya prempuan*
‪#‎jadi‬, melihat contoh dr nabi Ibrahim, bila kita mendidik anak laki2, goal atau tujuan atau target utama pendidikannya adalah hrs menjadikan anak laki2 menjadi Nabi --> kalau sekarang tentu bukan mjd nabi, tapi berarti harus mendidik anak laki2 hingga memiliki karakter jiwa kenabian atau yg kita kenal saat ini dgn nama ulama
#Anak laki2 hrs dididik dgn 1 keahlian khusus yg dikuasaI di bidangnya, jgn mdidik anak laki2 jd anak yg "multi talented"
‪#‎org2‬ yg memusuhi islam, spt zionis, mrk mndidik anak2 mrk mjd anak yg ahli pd bidangnya msg2, sehingga tdk sulit mnemukan dlm komunitas mrk org yg ahli senjata, org yg ahli matematika, dsb. Krn anak2 sdh sispesifikan dgn keahlian yg spesialis.
‪#‎para‬ sahabat Rosul saw dicetak olh Rosul saw mepunyai spesifikasi keahlian di bidangnya msg2, sehingga pd saat kebutuhan suatu skill atau ilmu, Rosul saw tinggal meminta salah satu sahabat yg sesuai dgn keahliannya tsb
‪#‎selain‬ punya spesialisasi keahlian, jadikan anak laki2 kita mjd seorg ahli yg punya komitmen thd dien nya ---> jangan jadikan anak laki2 kita jd anak yg "netral" dan ngga pnya pembelaan thd agamanya, ini yg diinginkan olh musuh2 islam, misalkan dlm hal kepemimpinan yg berpihak kpd islam atau liberalisme, jgn sampai anak kita bilang : "ah, saya mah netral aja", tp anak kita hrs bisa mngatakan dgn tegas pembelaan thd dien nya.
‪#‎anak2‬ laki2 tdk boleh "dirumahkan" saat sdh baligh, hrs dirihlahkan kemana2 ---> jgn bikin anak lelaki kita betah di rumah saja
‪#‎ajarkan‬ anak laki2 kita mjd penggembala kambing --> knp kambing? Krn kambing adalah hewan yg memiliki syahwat lbh tinggi drpada otaknya, jd melatih anak laki2 kita memimpin makhluk yg syahwatnya tinggi, sehingga kelak dia akan lbh mudah memimpin manusia yg akalnya lbh besar drpd syahwatnya
B. MENDIDIK ANAK PEREMPUAN
#Mendidik anak prempuan, kita hrs belajar dr bgmna Imran mdidik Maryam
#Dlm al quran Allah mngatakan Maryam adalah wanita yg sempurna, selain Asiyah.
#4 wanita istimewa dlm sejarah Islam adlh Maryam, Asiyah, Khadijah & Fatimah
‪#‎OLH‬ krn itu, patokan kita dlm mndidik anak hrs ingin spt ke 4 wanita istimewa tsb, bukan tokoh2 spt margareth teacher, misalnya
‪#‎target‬ mdidik anak wanita : harus bisa mjadikan anak2 perempuan kita mjd wanita suci
*Note : Dlm Islam, antara suci dgn perawan itu beda. Suci itu dia mjaga dirinya dgn akhlak yg baik, shalihah. Klo perawan itu hny berkaitan dgn selaput dara di alat vitalnya. Krn kita mnemukan saat ini bnyak perawan tp tdk suci & ada yg suci tp tdk perawan*
*contoh suci ttp tdk perawan : Khadijah, saat beliau menikah dgn Rosul saw adalah seorg janda, tetapi beliau wanita agung yg plg pandai mnjaga kesuciannya, olh krn itu beliau dijuluki "Khadijah at Thahirah"*
*contoh perawan tp tdk suci : perempuan2 yg tetap melakukan perzinahan dgn tetap menjaga selaput daranya agar tetap perawan*
#Jadi, dlm islam, kita hrs mendidik anak2 perempuan kita mjd perempuan yg menjaga kesuciannya, bukan hanya menjaga keperawanannya
‪#‎amalan2‬ wanita yg suci :
1. Jk wanita sholat 5 waktu
2. Rajin berpuasa
3. Menjaga kemaluan
4. Taat kpd suaminya
#Rosul saw memerintahkan 4 perkara tsb kpd para wanita, krn dampak 4 amalan tsb sgt dasyat, yaitu :
1. Menahan dr kejahatan bathin --> mjd wanita yg lembut, tdk cepet ngedumel, ngga tergoda maksiat
2. Mjd pribadi yg tdk konsumtif, krn terlatih menahan diri saat berpuasa
3. Mjd pribadi yg "pemalu", tdk mjd wanita yg agresif, krn mejaga kemaluannya
4. Mjd wanita yg pandai menahan akalnya, walaupun boleh jadi pendidikan jauh lbh tinggi dr suami, tp ttp taat kpd suaminya --> sehingga jauh dr konflik besar dlm rumah tangga krn tdk terbersit melawan suaminya
‪#‎didik‬ anak perempuan agar lbh betah dan lbh sering di rumah, daripada bepergian, bisa dgn cara membuat kondisi rumah lbh mnyenangkan dan buat aktivitas2 yg produktif utk anak2 perempuan di dlm rumah
‪#‎khadijah‬ walaupun seorg bisnis woman, tp beliau adalah wanita yg lbh senang berada di rumahnya, terbukti pd saat masa2 Rosul saw diangkat mjd nabi, khadijah slalu ada di rumah mendampingi Rosul saw
‪#‎sehingga‬, anak2 perempuan kita harus mempunyai hasil didikan spt 4 wanita hebat tadi :
1. Maryam : mencetak nabi isa mjd nabi
2. Asiyah : mcetak musa mjd nabi
3. Khadijah : mcetak suami mjd nabi
4. Fatimah : setia mdukung perjuangan ayahnya mjd nabi
****
C. DISKUSI
Bgmn bila anak sy adalah anak yg kondisinya ditinggal kerja olh ayahnya yg hny bisa pulang 2 bulan sekali?
‪#‎Nabi‬ Ibrahim adlh ayah yg jarang bertemu dgn anaknya Ismail, tetapi Hajar berperan luar biasa sbg Ibu. Dia slalu mngisahkan kebaikan2 ibrahim kpd ismail, bhw ayahnya adlh seorg nabi yg mpunyai tugas berjuang dgn amanah kenabiannya --> sehingga walaupun jarang bertemu, nabi ibrahim mjd sosok ayah idola dimata ismail
#Olh krn itu, para istri yg suaminya hrs jauh dr anak2nya, hrs slalu mngabarkan kebaikan2 ayah anaknya tsb, jgn malah curcol ttg suami sm anaknya sendiri...
#Saat ini ayah sgt terbantu olh teknologi canggih yg bisa dimanfaatkan utk bisa tetap dekat dgn anaknya walaupun jarak berjauhan --> ayah hrs rajin memberikan informasi kpd anak2nya mngenai kegiatan & aktivitasnya sehari2 saat jauh dr anaknya. Selain itu, tugas sbg ayah dlm mengontrol aktivitas dan perkembangan anak hrs terap dilakukan walau dr jarak jauh dgn bantuan teknologi canggih, sehingga anak2 tetap bisa merasakan "kehadiran" ayahnya.
Ana Rufaidah Phay

8 metode pembelajaran kepada anak

Bismillahi rahmanirahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

1. KETELADANAN, Keteladanaan adalah sarana terpenting pedidikan, maka jadilah engkau contoh teladan dan potret nyata kebaikan dan bagaimana mnghindari keburukan. Dalam Islam, sgt tercela sekali jika ada seseorang yg mengatakan sesuatu tetapi tidak dikerjakan. Qs Ash shaf 2-3
Orang tua, khususnya ibu, adalah contoh paling tinggi bagi anak.
Contoh perilaku yang nyata a/ yg paling membekas di jiwa anak.
Saat emosi tahan diri. Karena anak memperhatikan segala sesuatu, dan meniru dgn sempurna.
2. BIMBINGAN & NASEHAT, idealnya seorang ibu adalah figur yang paling dekat dengan anak. Yang nasehat nya di dengar dan di camkan anak. Mampu memberikan kata-kata penuh cinta. Jiwa anak sangat terpengaruh oleh kata-kata yg penuh kasih sayang. Bicaralah dari hati, niscaya kata2mu akan langsung merasuk ke dalam hati.
3. KISAH & CERITA, kita harus pandai bercerita kepada anak. Cerita yg di sertai dengan penjiwaan sangat diperlukan. Sebab kisah, apalagi kisah nyata akan sangat membekas di jiwa anak. Kisah merupakan sarana pendidikan yg efektif karena dapat memperkokoh ingatan anak dan membangkitkan kesadaran berpikirnya.
Kisah jg akan membantu kelancaran komunikasi, meningkatkan kehangatan hubungan ortu dan anak. 
4. MENGAMBIL PELAJARAN DARI BERBAGAI PERISTIWA & KEJADIAN, peristiwa sehari-hari bisa memberikan pengaruh sikap terhadap peristiwa yg akan terjadi di kemudian hari. Ambilah pelajaran dalam setiap peristiwa. Seorg ibu di tuntut cerdas melihat peluang mngambil pelajaran dari suatu peristiwa dan mngajarkannya ke anak.
5. PEMBIASAAN, biasakan anak melakukan kebaikan. Jika anak terBiasa melakukan kebaikan secara teratur maka akan menjadi kebiasaan. Jika sudah tersisa maka segala urusan akan lebih mudah. Dari hal-hal yg sepele sampai hal-hal besar. Jangan biasakan anak mnjadi manja. Biasakan mereka mnjadi anak yg bertanggung jawab.
6. MEMANFAATKAN WAKTU LUANG, dua nikmat yg d lalaikan manusia adalah nikmat sehat dan waktu luang. Sebenarnya anak kadang tidak tahu tahu mau ngapain. Anak ingin beraktifitas bersama dengan ortu. Luangkan waktu bersama anak. Jgn salahkan anak saat anak mnonton tv terus menerus jika kita juga belum menyisihkan waktu berkegiatan bersama mereka.
7. PEMBERIAN MOTIVASI, adalah hadiah bg anak.
8. PEMBERIAN HUKUMAN,  pemberian hukuman ada tuntunannya dalam Islam. Pemberian hadiah ataupun hukuman seperti pemberian obat. Obat itu harus diberikan sesuai dosisnya. Perhatikan waktu pemberiannya.
Keseimbangan dalam memberikan hadiah dan hukuman,  ambillah keseimbangan yg d berikan Allah kepada hambaNya. Yg membuka pintu pahala seluas-luasnya. Dan mempersulit pemberian dosa kepada umatNya. Jika orang berniat baik Allah mberikan 1pahala, saat melakukan kebaikan 1 pahala lg. Saat orang berniat jahat, Allah tidak memberi dosa, saat niat buruk tidak d lakukan Allah beri 1 pahala. Saat niat buruk dilakukan Allah mberi dosa, tapi tidak dengan tinta permanent, alias bisa d hapuskan.
Hadiah yg terbaik adalah pengakuan, penghargaan, perhatian verbal (pujian),doa, perhatian fisik (pelukan, belaian).

AL-QUR'AN DAN SANG JENDRAL ..

Bismillah.
Kisah nyata yg mengharukan.
Mohon maaf kalo ada yg tdk berkenan..

Suatu sore, di tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik .. itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara Ayat Suci yang amat ia benci.
"Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan ...!!!" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.

Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih "Rabbi, wa-ana 'abduka ...".

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata,
"Bersabarlah wahai ustadz ... Insya Allah tempatmu di Syurga".
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai.
"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!!

Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala..  Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh".

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah.

Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'.
Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!", ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.

Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

"Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.

Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.

Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang di alaminya sewaktu masih kanak-kanak.
Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya.

Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi.. ummi.. mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya.
Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.

Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi ..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.

"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.

Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi.
Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.

Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." Terdengar suara Roberto memelas.

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya.
Air matanya pun turut berlinang.
Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh ...'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini.

Kemudian..
Ahmad Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agama Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya.
Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah ...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 30:30)

SUBHANALLAH..
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk tetap taat dan tunduk pada perintah Allah, dan senang.